Kali ini kita
akan membahas lebih dalam mengenai model building dan lain-lainnya dengan
berdasarkan studi kasus dan menerapkannya pada software service model. Service
model merupakan software yang berfungsi seperti promodel, namun digunakan untuk
simulasi dari kegiatan jasa atau distribusi. Nah, kali ini kita akan mengetahui
bagaimana cara mensimulasikan kegiatan penjualan televisi di daerah Jakarta dan
Bandung. Check it out! :-D
Perusahaan
Miller, Inc merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi produk televisi.
Perusahaan yang menempatkan cabang di kota Bogor untuk wilayah Indonesia ini
membutuhkan pendistribusian yang baik di dalam memasarkan produknya. Berikut
ini adalah jalur pendistribusian televisi yang diproduksi oleh Miller, Inc.
Proses
pendistribusian dimulai dari kedatangan televisi di tempat kedatangan televisi
dengan distribusi waktu N(7,15).
Televise
tersebut selanjutnya dibawa ke Distribution Center Bogor dengan diangkut fork truck. Dalam Distribution Center Bogor,
terdapat waktu tunggu selama 15 menit, televise akan didistribusikan kembali ke
Wholesaler kota Bandung dan
Wholesaler kota Jakarta (asumsikan pengiriman menggunakan pesawat). Proporsi
probabilitas pengiriman menuju Wholesaler
kota Bandung sebesar 0.75 dan menuju Wholesaler
kota Jakarta sebesar 0.25. Pada pengiriman ini, diketahui distribusi waktu
menuju kota Bandung dengan U(15,3) jam dan menuju kota Jakarta dengan U(20,3)
jam. (Televisi dibedakan dengan atribut,
misalnya : televisi_warna)
Selanjutnya,
televisi yang berada di kota Bandung akan didistribusikan kembali ke toko BEC
dengan diangkut oleh Truck Bandung.
Begitu pula televisi yang berada di kota Jakarta akan didistribusikan kembali
menuju toko Glodok dengan diangkut oleh truck
Jakarta.
Pada toko BEC, customer BEC datang dari tempat
kedatangan customer BEC dengan tiap
60 menit, yang selanjutnya akan menuju Retailer
toko BEC dengan melalui antrian customer
BEC. Di toko BEC, customer membeli televisi yang akan dilayani oleh
seorang karyawan toko BEC selama 30 menit, sehingga televisi tersebut menjadi
televisi customer BEC. Selanjutnya
televisi customer BEC tersebut menuju
rumah customer BEC dengan melalui Net
rumah customer BEC.
Pada toko
Glodok, customer Glodok datang dari
tempat kedatangan customer Glodok
tiap 65 menit, yang selanjutnya akan menuju Retailer
kota Glodok dengan melalui antrian customer
Glodok. Di toko Glodok, customer membeli
televisi yang akan dilayani oleh seorang karyawan toko Glodok selama 25 menit,
sehingga televisi tersebut menjadi televisi customer
Glodok. Selanjutnya televisi customer
Glodok tersebut menuju rumah customer
Glodok dengan melalui Net rumah customer
Glodok.
Biaya :
Harga 1 netbook
di BEC = Rp. 2.000.000
Harga 1 netbook
di Glodok = Rp. 2.700.000
(asumsi : harga
tersebut merupakan harga kumulatif dari biaya dasar produk (Rp. 1.000.000)
ditambah keuntungan dan biaya transportasi dari Distribution Center hingga ke toko tiap kotanya)
Waktu
operasional karyawan :
Jam operasional
pegawai pada toko BEC dan Glodok adalah dari hari senin-minggu selama 12 jam
yaitu pada pukul 08.00 - 20.00 dengan 2 kali waktu istirahat selama 1 jam yaitu
pada pukul 12.00 – 13.00 dan pada pukul 18.00 – 19.00.
Dari kasus di
atas, ada beberapa komponen model building, yaitu sebagai berikut :
Location
Pada lokasi, kita menentukan dari studi kasus di atas, mana saja yang termasuk lokasi untuk kasus ini.
Entities
Dari kasus di atas, kita bisa menentukan apa saja entitas dari kasus ini.
Path
Path adalah jalur yang akan
digunakan selama proses pendistribusian dari tempat kedatangan televisi hingga
sampai ke rumah dari pelanggan akhir.
Resources
Resources adalah orang atau alat yang digunakan untuk melakukan proses ini.
Model Building
Keuntungan Yang Diperoleh
Ini adalah hasil yang diperoleh dari proses penjualan televisi selama 1 minggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar