Rabu, 29 Mei 2013

simulasi proses pendistribusian televisi

SAATNYA! :-D
Kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai model building dan lain-lainnya dengan berdasarkan studi kasus dan menerapkannya pada software service model. Service model merupakan software yang berfungsi seperti promodel, namun digunakan untuk simulasi dari kegiatan jasa atau distribusi. Nah, kali ini kita akan mengetahui bagaimana cara mensimulasikan kegiatan penjualan televisi di daerah Jakarta dan Bandung. Check it out! :-D
Perusahaan Miller, Inc merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi produk televisi. Perusahaan yang menempatkan cabang di kota Bogor untuk wilayah Indonesia ini membutuhkan pendistribusian yang baik di dalam memasarkan produknya. Berikut ini adalah jalur pendistribusian televisi yang diproduksi oleh Miller, Inc.
Proses pendistribusian dimulai dari kedatangan televisi di tempat kedatangan televisi dengan distribusi waktu N(7,15).
Televise tersebut selanjutnya dibawa ke Distribution Center Bogor dengan diangkut fork truck. Dalam Distribution Center Bogor, terdapat waktu tunggu selama 15 menit, televise akan didistribusikan kembali ke Wholesaler kota Bandung dan Wholesaler kota Jakarta (asumsikan pengiriman menggunakan pesawat). Proporsi probabilitas pengiriman menuju Wholesaler kota Bandung sebesar 0.75 dan menuju Wholesaler kota Jakarta sebesar 0.25. Pada pengiriman ini, diketahui distribusi waktu menuju kota Bandung dengan U(15,3) jam dan menuju kota Jakarta dengan U(20,3) jam. (Televisi dibedakan dengan atribut, misalnya : televisi_warna)
Selanjutnya, televisi yang berada di kota Bandung akan didistribusikan kembali ke toko BEC dengan diangkut oleh Truck Bandung. Begitu pula televisi yang berada di kota Jakarta akan didistribusikan kembali menuju toko Glodok dengan diangkut oleh truck Jakarta.
Pada toko BEC, customer BEC datang dari tempat kedatangan customer BEC dengan tiap 60 menit, yang selanjutnya akan menuju Retailer toko BEC dengan melalui antrian customer BEC. Di toko BEC, customer  membeli televisi yang akan dilayani oleh seorang karyawan toko BEC selama 30 menit, sehingga televisi tersebut menjadi televisi customer BEC. Selanjutnya televisi customer BEC tersebut menuju rumah customer BEC dengan melalui Net rumah customer BEC.
Pada toko Glodok, customer Glodok datang dari tempat kedatangan customer Glodok tiap 65 menit, yang selanjutnya akan menuju Retailer kota Glodok dengan melalui antrian customer Glodok. Di toko Glodok, customer membeli televisi yang akan dilayani oleh seorang karyawan toko Glodok selama 25 menit, sehingga televisi tersebut menjadi televisi customer Glodok. Selanjutnya televisi customer Glodok tersebut menuju rumah customer Glodok dengan melalui Net rumah customer Glodok.
Biaya :
Harga 1 netbook di BEC = Rp. 2.000.000
Harga 1 netbook di Glodok = Rp. 2.700.000
(asumsi : harga tersebut merupakan harga kumulatif dari biaya dasar produk (Rp. 1.000.000) ditambah keuntungan dan biaya transportasi dari Distribution Center hingga ke toko tiap kotanya)
Waktu operasional karyawan :
Jam operasional pegawai pada toko BEC dan Glodok adalah dari hari senin-minggu selama 12 jam yaitu pada pukul 08.00 - 20.00 dengan 2 kali waktu istirahat selama 1 jam yaitu pada pukul 12.00 – 13.00 dan pada pukul 18.00 – 19.00.
Dari kasus di atas, ada beberapa komponen model building, yaitu sebagai berikut :
Location




Pada lokasi, kita menentukan dari studi kasus di atas, mana saja yang termasuk lokasi untuk kasus ini.
Entities

Dari kasus di atas, kita bisa menentukan apa saja entitas dari kasus ini.
Path
Path adalah jalur yang akan digunakan selama proses pendistribusian dari tempat kedatangan televisi hingga sampai ke rumah dari pelanggan akhir.

Resources

Resources adalah orang atau alat yang digunakan untuk melakukan proses ini.

Model Building
Keuntungan Yang Diperoleh

 
Ini adalah hasil yang diperoleh dari proses penjualan televisi selama 1 minggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar